Maryam

À propos de moi

Information développeur
Nom Maryam
Utilisateur depuis January 6, 2014
Nombre de modules développés 0 modules
Moyenne des notes des modules du développeur Pas encore évalué

Mes critiques

#FirefoxBatik

Penanaman Cinta Budaya Lewat Teknologi Noté 5 sur 5 étoiles

Liburan kuliah dan lagi siang-siang bolong, tiba-tiba aku pengen surfing di internet . Biasanya sih aku pergi ke warnet deket balai desa. Tapi sekarang cukup bawa laptop dan kabur ke atap rumah buat ngabisin modem yang baru diisi. Lumayan.. surfing di atap rumah cepet bo... bisa sambil lihat pemandangan indah soalnya rumahku tepat di kaki gunung. Dan biasanya aku berjam-jam online sampai adikku dateng buat rebutan laptop.

Aku sih udah kenal mozilla Firefox kalau gak salah 5-6 tahun yang lalu. Untungnya sampai sekarang download mozilla firefox tetep gratis... hehehe. Selain karena updatenya cepet juga addons yang gampang dibongkar pasang, mozila pun ternyata merayakan hari batik nasional tanggal 2 Oktober kemarin dengan mengusung #FirefoxBatik. [ Pertanyaanya kenapa gak dari dulu aja ya? :D ].

Baru akhir tahun 2013 aku kenal firefox batik. Pas lihat tanggal updetnya 17 November (Sama kayak tanggal lahirku) jadi iseng deh langsung klik addons nya.... dan jeng jeng jeng! Dalam hitungan detik #firefoxbatik pun menempel di firefox ku. Hmmm.. Waktu pertama kali lihat, koq kayak biasa aja deh. Soalnya, sayang sekali si rubahnya cuma keliatan setengah badan. Tapi justru kekurangan ini bisa jadi kelebihan. Wong, semua orang Indonesia kenal dan tau batik sehingga mereka bisa ikut antusias memberikan komentar yang membangun demi perbaikan (asiik..). Berjam-jam dan berhari-hari aku pantengin tuh rubah api, lumayan juga sih sehingga sayapnya bisa terlihat seperti api.

Desainnya oke juga dan gak lebay, tetapi yang lebih penting rasa cintanya itu loh sama budaya Indonesia. Mungkin... Efeknya baru kerasa setelah lama yak? Makanya selama liburan kuliah ini aku males ganti ke theme lain.

Meskipun aku bukan anak desain grafis atau komunikasi visual, sebagai mahasiswi psikologi aku sotoy-sotoyan menafsirkan ucapan asisten dosen (alias asdos) yang ngasih tahu kalau: “Stenberg mengusulkan segitiga cinta, salah satu komponennya adalah kebersamaan dalam waktu yang lama...” Ya gitu deh. Sotoy tapi bener kan? There is no such thing as “ujug-ujug”. Termasuk dalam penanaman rasa cinta pada budaya Indonesia.

Beberapa tahun lalu, asdos ku dapat kucuran dana dari pemerintah karena memproduksi mouse batik. Sekilas seperti biasa saja, mouse ditempelin batik... sederhana kan? tapi itu ide brilliant. Terus, dia bilang kalau anak-anak zaman sekarang jika udah berkutat dengan teknologi kayak tokek nempel di dinding alias gak mau lepas (tembakan langsung ke gue -___-). Maka dari itu, dari sudut pandang psikologi cara paling efektif untuk melestarikan budaya Indonesia adalah merekatkan budaya Indonesia pada teknologi itu sendiri.

Iseng, akupun ngoprek-ngoprek addons di mozilla... [masang gaya ala sponge bob lagi mikir] hmmmm.... kayaknya makin bagus deh kalau tema batiknya dibanyakin sesuai dengan daerah-daerah penghasil batik di Indonesia. Salah satu daerahnya adalah kampung halamanku, Kab. Kuningan. Naah... kebetulan khas batik di daerahku motif ikan dewa dan kuda... jadi rubahnya gak sendirian deh?